Jumat, 09 November 2012

Jum'at Mubarok dan Al-Kahfi



 
Bismillahir Rohmanir Rohiim...

Hari Jum'at merupakan hari raya Ummat Muslim tiap pekannya. Kenapa disebut sebagai hari perayaan?.. Karena hari Jum'at adalah hari setelah diangkatnya ke langit amalan harian manusia, yaitu hari Kamis. Olehnya itu, kita dianjurkan memperbanyak sholawat untuk Baginda Rosulullah Shollollohu 'Alaihi Wasallam dan keluarganya. Tidak hanya itu, banyak anjuran-anjuran lainnya yang sebenarnya telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, tapi karena saya selaku hamba Alloh SWT yang amat sangat terbatas ilmunya, belum dapat lebih banyak memaparkannya, semoga di kemudian hari bisa lebih baik lagi, aamiin..

Selain memperbanyak sholawat, kita juga disunnahkan membaca surah Al-Kahfi. Di dalamnya bercerita tentang pemuda-pemuda Kahfi yang ditidurkan selama 300 dan 9 tahun lamanya setelah mereka mendapat ilham dari Alloh SWT untuk bersembunyi ke dalam Kahfi(gua) dari orang -orang yang ingin membunuh mereka karena telah bertauhid atas Alloh Yang Maha Satu. Di dalam gua itu mereka berdo'a "Ya Tuhan kami. Berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami" (QS. Al-Kahfi: 10).

Pada ayat 23 dan 24 Surah ini diperintahkan untuk kita bahwa jangan sekali-kali kita menjanjikan sesuatu sebelum mengatakan insyaAlloh "...Dan ingatlah kepada Tuhan-mu apabila engkau lupa dan katakanlah, mudah-mudahan Tuhan-ku akan memberi petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat kebenarannya daripada ini" (QS.Al-Kahfi:24).

Sungguh banyak pelajaran yang bisa kita petik dari Surah Al-Kahfi, saya sangat ingin berbagi dengan saudari-saudaraku fillah tentangnya, tapi apalah daya diri ini, masih sangat terbatas ilmunya untuk bisa menguak dahsyatnya kandungan di dalamnya.

Dalam ayat 32-44 dikisahkan tentang dua orang laki-laki, seorang itu adalah laki-laki sombong yang sering membanggakan apa yang dimilikinya kepada kawannya yang beriman (laki-laki seorang lagi). Si sombong membangga-banggakan harta dan pengikutnya sampai-sampai berani mengatakan bahwa hartanya tidak akan pernah habis. Dia pun merasa yakin bahwa sekiranya dia dikembalikan kepada Tuhannya, maka dia akan memperoleh harta yang lebih banyak lagi dari yang dia dapatkan di dunia. "Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, apakah engkau ingkar kapada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna? Tetapi aku(percaya bahwa), dialah Alloh, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun" (QS. Al-Kahfi:37-38). Akhirnya si laki-laki sombong mendapatkan murka Alloh SWT dengan dimusnahkannya seluruh hartanya, hingga akhirnya dia mengatakan penyesalan tentang apa yang telah dilakukannya sambil berkata "betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun" (QS. Al-Kahfi:42).

Hanya Alloh saja tempat kita memohon pertolongan dan hanya kepada Alloh semuanya akan kembali, juga hanya Alloh sebaik-baik yang memberi balasan.

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan (QS. Al-Kahfi: 46). Ayat ini menampilkan bahwa amal kebajikan yang secara berlanjut lebih baik dari harta dan anak-anak, tapi itu bukan berarti bahwa kita tidak dianjurkan untuk mencari rezki berupa harta dan keturunan, melainkan sebaiknya harta dan keluarga menjadi media kita untuk mendekat pada-Nya, menjadi media untuk mengejar keridhoan-Nya. Misalnya, kita diamanahkan telepon genggam (lebih ngetren dengan istilah Handphone, alias HP). Saat kita diamanahkan HP, kita gunakan untuk apa saja?.. Kita gunakan untuk maksiat atau untuk beribadah?.. Seperti kita juga diamanahkan keluarga (kita persempit Suami, Istri atau anak), apakah anak kita itu menjadikan kita semakin dekat dengan Pencipta-nya atau malah menjauh karena disibukkan dengan mengurusnya saja?.. Mencurahkan seluruh perhatian hanya untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologi umum saja, tanpa membekalinya dengan pengetahuan agama. Tolong pikirkan itu baik-baik. Kita ini berasal dari mana dan akan kembali kemana? Apa yang telah kita kerjakan? Apa yang telah kita amalkan? Kita gunakan untuk apa saja yang telah Alloh amanahkan kepada kita?

Masih banyak sebenarnya yang kita bisa telusuri di dalam Surah Al-Kahfi ini. Semoga saya masih diberi kesempatan di kemudian hari untuk melanjutkannya  dengan ilmu yang lebih baik lagi, insyaAlloh aamiin...

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saudari-saudaraku fillah, insyaAlloh... Aamiin...

Jadi, sudahkah Anda mengkhatamkan Surah Al-Kahfi hari ini?..

^_^

2 komentar:

  1. subhanallah kak makasih atas peringatannya.. wah meski cape' sekali, jadinya termotivasi harus khatam al-kahfi dulu nich sblm tidur.. amin smga dengan mentadabbur ayat-ayat langit ini, kita akan mampu membumikan isi-isinya dalam kehidupan..keep hamazah ^_^

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah jika tulisan kk bisa memotivasi Fuzah...

    aamiin Yaa Alloh...semoga qta diperkenankan Alloh SWT utk tetap istiqomah dalam melantunkan ayat-ayatnya dengan khusyuk disertai pemahaman akan kandungannya utk mnjadi acuan dlm berperilaku...insyaAlloh...aamiin...

    BalasHapus