Bismillahir Rohmanir Rohiim...
Hari Jum'at merupakan hari raya Ummat Muslim tiap
pekannya. Kenapa disebut sebagai hari perayaan?.. Karena hari Jum'at adalah
hari setelah diangkatnya ke langit amalan harian manusia, yaitu hari Kamis.
Olehnya itu, kita dianjurkan memperbanyak sholawat untuk Baginda Rosulullah
Shollollohu 'Alaihi Wasallam dan keluarganya. Tidak hanya itu, banyak
anjuran-anjuran lainnya yang sebenarnya telah diajarkan oleh Rasulullah SAW,
tapi karena saya selaku hamba Alloh SWT yang amat sangat terbatas ilmunya, belum
dapat lebih banyak memaparkannya, semoga di kemudian hari bisa lebih baik lagi,
aamiin..
Selain memperbanyak sholawat, kita juga disunnahkan
membaca surah Al-Kahfi. Di dalamnya bercerita tentang pemuda-pemuda Kahfi yang
ditidurkan selama 300 dan 9 tahun lamanya setelah mereka mendapat ilham dari
Alloh SWT untuk bersembunyi ke dalam Kahfi(gua) dari orang -orang yang ingin
membunuh mereka karena telah bertauhid atas Alloh Yang Maha Satu. Di dalam gua
itu mereka berdo'a "Ya Tuhan kami.
Berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi
kami dalam urusan kami" (QS. Al-Kahfi: 10).
Pada ayat 23 dan 24 Surah ini diperintahkan untuk
kita bahwa jangan sekali-kali kita menjanjikan sesuatu sebelum mengatakan
insyaAlloh "...Dan ingatlah kepada
Tuhan-mu apabila engkau lupa dan katakanlah, mudah-mudahan Tuhan-ku akan
memberi petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat kebenarannya daripada
ini" (QS.Al-Kahfi:24).
Sungguh banyak pelajaran yang bisa kita petik dari
Surah Al-Kahfi, saya sangat ingin berbagi dengan saudari-saudaraku fillah
tentangnya, tapi apalah daya diri ini, masih sangat terbatas ilmunya untuk bisa
menguak dahsyatnya kandungan di dalamnya.
Dalam ayat 32-44 dikisahkan tentang dua orang
laki-laki, seorang itu adalah laki-laki sombong yang sering membanggakan apa
yang dimilikinya kepada kawannya yang beriman (laki-laki seorang lagi). Si
sombong membangga-banggakan harta dan pengikutnya sampai-sampai berani
mengatakan bahwa hartanya tidak akan pernah habis. Dia pun merasa yakin bahwa
sekiranya dia dikembalikan kepada Tuhannya, maka dia akan memperoleh harta yang
lebih banyak lagi dari yang dia dapatkan di dunia. "Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap
dengannya, apakah engkau ingkar kapada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari
tanah, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna? Tetapi
aku(percaya bahwa), dialah Alloh, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan
Tuhanku dengan sesuatu pun" (QS. Al-Kahfi:37-38). Akhirnya si
laki-laki sombong mendapatkan murka Alloh SWT dengan dimusnahkannya seluruh
hartanya, hingga akhirnya dia mengatakan penyesalan tentang apa yang telah
dilakukannya sambil berkata "betapa
sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun"
(QS. Al-Kahfi:42).
Hanya Alloh saja tempat kita memohon pertolongan dan
hanya kepada Alloh semuanya akan kembali, juga hanya Alloh sebaik-baik yang
memberi balasan.
Harta dan
anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang
terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik
untuk menjadi harapan (QS. Al-Kahfi: 46). Ayat ini menampilkan bahwa amal kebajikan yang
secara berlanjut lebih baik dari harta dan anak-anak, tapi itu bukan berarti
bahwa kita tidak dianjurkan untuk mencari rezki berupa harta dan keturunan,
melainkan sebaiknya harta dan keluarga menjadi media kita untuk mendekat
pada-Nya, menjadi media untuk mengejar keridhoan-Nya. Misalnya, kita diamanahkan
telepon genggam (lebih ngetren dengan istilah Handphone, alias HP). Saat kita
diamanahkan HP, kita gunakan untuk apa saja?.. Kita gunakan untuk maksiat atau
untuk beribadah?.. Seperti kita juga diamanahkan keluarga (kita persempit
Suami, Istri atau anak), apakah anak kita itu menjadikan kita semakin dekat
dengan Pencipta-nya atau malah menjauh karena disibukkan dengan mengurusnya
saja?.. Mencurahkan seluruh perhatian hanya untuk pertumbuhan fisik dan
perkembangan psikologi umum saja, tanpa membekalinya dengan pengetahuan agama.
Tolong pikirkan itu baik-baik. Kita ini berasal dari mana dan akan kembali
kemana? Apa yang telah kita kerjakan? Apa yang telah kita amalkan? Kita gunakan
untuk apa saja yang telah Alloh amanahkan kepada kita?
Masih banyak sebenarnya yang kita bisa telusuri di
dalam Surah Al-Kahfi ini. Semoga saya masih diberi kesempatan di kemudian hari
untuk melanjutkannya dengan ilmu yang
lebih baik lagi, insyaAlloh aamiin...
Semoga tulisan ini
bermanfaat untuk saudari-saudaraku fillah, insyaAlloh... Aamiin...
Jadi, sudahkah Anda
mengkhatamkan Surah Al-Kahfi hari ini?..
^_^
subhanallah kak makasih atas peringatannya.. wah meski cape' sekali, jadinya termotivasi harus khatam al-kahfi dulu nich sblm tidur.. amin smga dengan mentadabbur ayat-ayat langit ini, kita akan mampu membumikan isi-isinya dalam kehidupan..keep hamazah ^_^
BalasHapusAlhamdulillah jika tulisan kk bisa memotivasi Fuzah...
BalasHapusaamiin Yaa Alloh...semoga qta diperkenankan Alloh SWT utk tetap istiqomah dalam melantunkan ayat-ayatnya dengan khusyuk disertai pemahaman akan kandungannya utk mnjadi acuan dlm berperilaku...insyaAlloh...aamiin...